Investasi Tidak Langsung Adalah : Plus – Minus

Jika masyarakat sudah familiar degan investasi berupa emas ataupun tanah dan bangunan, saat ini publik sudah dipermudah dengan adanya pengelolaan investasi tidak langsung.

Investasi tidak langsung adalah jenis investasi yang mana investor tidak perlu mengelola investasinya secara langsung.

Pasalnya, portofolio investasi tersebut akan dikelola oleh manajer investasi. Adapun produk investasi tidak langsung contoh-nya adalah Reksadana, seperti halnya saham atau obligasi.

Untuk lebih memahami perbedaan investasi langsung dan tidak langsung, simak uraian pada artikel berikut.

Manfaat Investasi Tidak Langsung

Sebelum memutuskan untuk melakukan investasi, Anda sebaiknya memahami seluk beluk investasi tidak langsung (potofolio investment) atau invstasi langsung (direc investment).

Perbedaan keduanya akan dapat membantu Anda menentukan jenis investasi yang Anda butuhkan.

Pasalnya, kedua jenis investasi tersebut akan sangat mempengaruhi seberapa banyak peran atau keterlibatan Anda dalam menjalankan bisnis harga investasi dananya.

Persamaan investasi langsung dan tidak langsung adalah sama mendatangkan keuntungan dengan skema penanaman modal.

Adapun manfaat utama investasi, khususnya investasi tidak langsung adalah sebagai berikut.

  • Menghindari fenomena inflasi terhadap aset-aset Anda. Meski begitu, dalam beberapa bidang, investasi tetap saja memiliki risiko terhadap kerugian yang harus siap untuk dihadapi.
  • Meningkatkan nilai aset atau dengan kata lain menambah kuantitas aset.
  • Investasi bisa menjadi bentuk tabungan yang akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Seperti halnya investasi emas dan reksadana yang banyak dipilih untuk tujuan tersebut.
  • Investasi tidak langsung akan menjadi sumber dana kedua selain dari pekerjaan utama Anda.

Misalnya, sejumlah dana yang Anda investasikan tidak langsung, akan menjadi besar. Bahkan, cara ini bisa menjadi penghasolan utama yang membuat Anda bebas finansial.

Contoh Investasi Langsung dan Tidak Langsung

Dalam praktiknya, terdapat banyak contoh investasi langsung maupun tidak langsung yang telah berkembang di masyarakat. Bahkan, tak jarang suatu objek investasi bisa dilakukan menggunakan bentuk invetasi langsung dan tidak langsung.

Investasi langsung sendiri bisa berupa rumah, properti lain, tanah, apartemen, hingga emas. Adapun dalam sebuah perusahaan, investasi jenis ini bisa meliputi biaya untuk mendirikan gedung pabrik atau pembelian alat.

Sementara itu, investasi dalam bentuk tidak langsungnya bisa diaplikasikan seperti obligasi atau saham serta aset finansial lainnya. Adapun investasi reksadana menjadi salah satu contoh lain dari investasi tidak langsung.

Disebut sebagai investasi tidak langsung karena dalam proses pemandaatan dananya, investor tidak perlu terjun secara langsung. Sebab, dananya akan dikelola oleh pihak ketiga yang kemudian disebut sebagai manajer investor.

Sedangkan salah satu contoh investasi bentuk tidak langsung yang saat ini sedang populer dilakukan adalah investasi menggunakan exchange platform medium jual beli aset kripto.

Hal ini bisa dikatakan menjadi bagian dari direct investment karena prosesnya melibatkan investor secara langsung.

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Tidak Langsung

Investasi tidak langsung memiliki kelebihan yakni dapat menyederhanakan pola manajemen uang ini. karena investor hanya cukup denganmengeluarkan biaya investasi tanpa biaya tambahan jika harus terlibat dalam pengelolaan.

Jenis investasi ini sangat menguntungkan bagi investor pemula, karena dana investasi akan dikelola oleh manajer investasi yang tentunya lebih berpengalaman. Selain itu, dana pemegang saham pun akan lebih mudah untuk dicairkan.

Namun, investasi tidak langsung pun tak menutup kemungkinan harus menanggung kerugian akibat kegagalan kerja manajer investasi.

Jadi, investasi tidak langsung adalah jenis investasi yang cocok untuk pemula karena akan mendapat bantuan dari pihak yang lebih berpengalaman.

Demikian uraian NendaTekno mengenai investasi tidak langsung adalah bagian dari jenis investasi yang memiliki prospek tinggi tetapi sama memiliki risiko yang harus siap ditanggung.