Perbedaan Risiko Kredit dan Risiko Investasi

Ingin tahu perbedaan risiko kredit dan risiko investasi? Perhatikan ulasan ini sampai akhir. Tahukah Anda, rencana keuangan merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan dalam mencapai tujuan hidup.

Adapun yang perlu Anda antisipasi adalah risiko keuangan.

Menghadapi berbagai risiko dalam aktivitas keuangan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Tapi, Anda masih bisa menekan tingkat risiko tersebut dengan mengenali secara lebih lanjut risiko dari tiap kegiatan.

Lantas apa yang dimaksud risiko kredit dan risiko investasi?

Perbedaan Risiko Kredit dan Risiko Investasi

Seperti yang diketahui, risiko kredit dan risiko investasi merupakan satu bagian dari risiko finansial.

Secara umum, risiko finansial adalah hal-hal yang berkaitan dengan keuntungan, yaitu segala sesuatu yang berpotensi membuat hilangnya sebagian kekayaan Anda.

Ada banyak jenis risiko finansial yang dapat Anda hadapi di kehidupan sehari-hari. Dalam konteks risiko finansial, terdapat jenis risiko pendapatan, pengeluaran, investasi, dan kredit.

Namun, khusus kali ini kita akan membahas pengertian risiko kredit dan investasi.

Oleh karena itu, setelah memahami kedua pengertian tersebut maka Anda akan tahu juga bagaimana cara meminimalisir risiko finansial yang sedang dialami.

Berikut ini pembahasan tentang perbedaan risiko kredit dan risiko investasi yang bisa dengan mudah untuk Anda pahami.

1. Apa Itu Risiko Kredit? 

Risiko kredit menjadi sorotan seiring dengan berita lesunya kondisi perekonomian negara.

Bahkan pemerintah menaruh perhatian lebih pada masalah ini dengan mengeluarkan kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit untuk memberi peringatan kepada para pelaku usaha.

Umumnya, risiko kredit adalah kerugian yang berkaitan dengan peluang gagal memenuhi kewajiban pada saat jatuh tempo pembayaran. Jadi, risiko ini mungkin terjadi karena debitur tidak mampu membayar hutangnya.

Jenis-Jenis Risiko Kredit

Risiko kredit sendiri dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Credit Default Risk, biasanya terjadi saat peminjam tidak dapat membayar kewajiban pinjamannya secara penuh atau saat sudah jatuh tempo pembayaran pinjaman selama 3 bulan.
  • Concentration Risk, risiko yang timbul saat pemberi pinjaman berfokus pada eksposur ke satu pihak, sehingga apabila terjadi gagal bayar, akan ada kerugian dalam  jumlah besar.
  • Institutional Risk, risiko yang terjadi karena adanya perubahan struktur legal pada bank maupun badan pengawas kontrak antara debitur dan kreditur.

Untuk lebih memahami perbedaan risiko kredit dan risiko investasi, pahami juga pengertian risiko investasi di bawah ini.

2. Apa Itu Risiko Investasi? 

Risiko investasi adalah potensi kerugian yang bisa dialami oleh para investor dari kegiatan investasi yang dilakukan. Artinya imbal hasil atau kerugian investasi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Return dan risiko investasi selalu berbanding lurus. Jika return atau keuntungan investasi yang didapat besar, maka akan diikuti risiko yang tinggi pula.

Sebaliknya, jika keuntungan investasi yang diperoleh kecil, biasanya risiko investasinya juga kecil atau rendah.

Cara Mengatasi Risiko Investasi

Berikut cara mencegah risiko investasi, yaitu:

  • Perpanjang Waktu Investasi, Anda yang memilih produk investasi seperti  kripto atau saham bisa memperpanjang waktu investasi guna menekan risiko investasi.
  • Ganti Produk Investasi, biasanya di dalam manajemen risiko, terdapat switching atau penggantian produk investasi apabila produk yang Anda kelola menghadapi kerugian.
  • Disertifikasi, langkah ini dilakukan dengan membagi risiko investasi. Untuk investor pemula, ada baiknya memulai dari produk investasi murah seperti reksadana atau kripto yang akan dibantu pengelolaannya oleh manajer investasi.

Demikian perbedaan risiko kredit dan risiko investasi yang dapat NendaTekno sampaikan.

Meski keduanya disebabkan gagalnya pembayaran, risiko kredit dipicu karena menumpuknya bunga dan utang. Sedangkan risiko investasi disebabkan tak kunjung tercapainya profit.